You are currently viewing Emas Batangan dan Granula Bebas PPN 11%

Emas Batangan dan Granula Bebas PPN 11%

Emas Batangan dan Granula Bebas PPN – Sejak 1 April 2022, Pemerintah mulai menerapkan penyesuaian tarif PPN dari 10 persen menjadi 11 persen.

Sesuai dengan aturan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), emas batangan dan granula merupakan salah satu barang dan jasa tertentu yang masih diberikan fasilitas bebas PPN.

Direktur Perpajakan I Hestu Yoga Saksama mengatakan fasilitas bebas pajak emas batangan dan biji-bijian bertujuan untuk mendorong industri hilir emas agar produksi emas di Indonesia meningkat.

Dalam media briefing di Jakarta, Yoga menjelaskan bahwa ini juga termasuk turunan dalam perhiasan emas, yang akan lebih baik bersaing dengan negara lain. 

Kemudian, berkaca pada negara lain yang tidak memasukkan banyak emas dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai, inilah salah satu alasan mengapa pemerintah menerapkan hal yang sama. 

Sebelumnya, BKF telah menyatakan bahwa gabah diekspor daripada dijual di dalam negeri karena jika diekspor, pasokan gabah tidak dikenakan tarif PPN.

Akibatnya, industri perhiasan di Indonesia bergelut dengan kelangkaan granula. Untuk mendukung hilirisasi, granula tidak dikenakan pajak penambahan nilai. Fenomena ekspor biji-bijian yang tinggi juga menunjukkan bahwa industri perhiasan emas masih belum berkembang pesat, meskipun kontribusinya terhadap ekspor cukup tinggi.

Fasilitas pembebasan PPN ini berdasarkan pengalaman di beberapa negara lain yang tidak membayar pajak emas. Ini karena emas sama dengan nilai tukar. Hal ini juga tercermin dalam best practice, emas ini tidak akan dikenakan PPN dalam konteks saat ini, di masa depan akan bebas, seperti granula yang tidak dipungut sekarang.

Penyediaan fasilitas ini diharapkan dapat mendukung industri hilir emas. Kebijakan ini memberikan peluang untuk meningkatkan produksi emas dalam negeri, termasuk mendorong turunan emas agar dapat bersaing dengan negara lain.

Sekadar informasi, Pasal 4A UU PPN yang belum direvisi menjelaskan bahwa saat ini hanya emas batangan yang dibebaskan dari PPN karena kepentingan cadangan devisa negara. 

Pemberian fasilitas PPN tidak dipungut dalam pengajuan BKP strategis tertentu, hal ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing industri emas perhiasan dan emas batangan dalam negeri karena adanya anoda slime dan butiran emas yang merupakan bahan baku utama pembuatan emas batangan dan emas perhiasan. Itulah sebab mengapa Emas Batangan dan Granula Bebas PPN.

Leave a Reply